“Margin Call 2011” : Sisi Negatif Etika Bisnis di Dunia Perbankan Investasi
23012010465
Etika
Bisnis Manajemen FEB UPN “Veteran” Jawa Timur
Judul : Margin Call
Tanggal Rilis
: 21 Oktober 2011
Pemeran : Kevin
Spacey
Sutradara : J. C. Chandor
Penulis : J. C.
Chandor
Durasi : 1 Jam 47 Menit
Ringkasan Film
Margin Call (2011) bercerita tentang para petinggi di sebuah bank
investasi Wall Street selama 24 jam menegangkan di awal krisis keuangan 2008.
Kisahnya dimulai ketika
seorang analis junior, Peter Sullivan, menemukan informasi yang berpotensi
menghancurkan perusahaan. Informasi tersebut terkait produk keuangan berisiko
tinggi yang dimiliki perusahaan.
Para petinggi perusahaan
pun dihadapkan pada dilema. Mereka harus memutuskan apakah akan menjual aset
berisiko tersebut, yang merugikan perusahaan namun menyelamatkan diri mereka
sendiri, atau justru mempertahankan aset tersebut dengan risiko perusahaan bangkrut.
Film ini menggambarkan
keserakahan, moralitas, dan konsekuensi dari keputusan keuangan yang berisiko
tinggi.
Awal
Krisis
Film Margin Call (2011)
berlatar pada tahun 2008, tepat sebelum krisis keuangan global melanda. Film
ini menceritakan 24 jam menegangkan dalam sebuah bank investasi Wall Street
bernama "Equity Group Holdings".
Cerita dimulai dengan Eric
Dale (Stanley Tucci), kepala divisi manajemen risiko, yang dipecat karena
mempertanyakan praktik perusahaan yang berisiko tinggi. Penggantinya, Will
Emerson (Paul Bettany), menemukan model analisis yang menunjukkan bahwa portofolio
perusahaan mengandung aset beracun (subprime mortgage-backed securities) yang
nilainya akan segera anjlok.
Dilema
Moral
Penemuan Will memicu rapat
darurat para petinggi perusahaan di tengah malam. Mereka dihadapkan pada dua
pilihan sulit:
- Jual aset beracun:
Tindakan ini akan menyelamatkan perusahaan dari krisis, tetapi merugikan
investor dan memicu kekacauan di pasar keuangan.
- Pertahankan aset:
Perusahaan berisiko bangkrut jika nilai aset terus menurun.
Para petinggi berdebat
dengan sengit tentang pilihan terbaik. Dilema moral pun muncul:
- Apakah
mereka harus menyelamatkan perusahaan dengan merugikan orang lain?
- Ataukah
mereka harus bertindak etis dan bertanggung jawab, meskipun risikonya
perusahaan bangkrut?
Ketegangan
dan Kepanikan
Suasana di ruang rapat
semakin tegang dan panik saat para petinggi berusaha mencari solusi. Karyawan
di berbagai departemen bekerja keras untuk menghitung nilai aset dan
memprediksi dampak krisis.
Film ini juga menunjukkan
bagaimana krisis keuangan dapat memengaruhi kehidupan pribadi para karyawan.
Beberapa dari mereka dihadapkan pada pilihan sulit antara pekerjaan dan
keluarga.
Akhir
yang Terbuka
Film Margin Call tidak
memberikan jawaban yang mudah tentang pilihan terbaik dalam situasi krisis.
Film ini berakhir dengan ambigu, menyisakan pertanyaan bagi penonton tentang
moralitas, tanggung jawab, dan konsekuensi dari keputusan keuangan yang berisiko
tinggi.
Pesan
Film
Margin Call adalah film
yang menegangkan dan provokatif. Film ini memberikan gambaran realistis tentang
krisis keuangan dan dilema moral yang dihadapi para pelaku di dalamnya.
Pesan utama film ini adalah
bahwa keserakahan dan spekulasi dalam dunia keuangan dapat membawa konsekuensi
yang serius. Film ini juga mengajak penonton untuk kritis terhadap sistem
keuangan dan mempertanyakan praktik-praktik yang tidak etis.
Nilai
dan Apresiasi
Margin Call mendapatkan
pujian kritis atas akting yang luar biasa, dialog yang tajam, dan penggambaran
krisis keuangan yang realistis. Film ini dinominasikan untuk Academy Award
untuk Skenario Asli Terbaik.
Margin Call adalah film
yang penting untuk ditonton bagi siapa saja yang ingin memahami krisis keuangan
2008 dan bagaimana sistem keuangan dapat berdampak pada kehidupan masyarakat.
Solusi
Margin Call tidak secara
gamblang menampilkan solusi pasti untuk mengatasi krisis yang dihadapi
perusahaan. Film ini justru berfokus pada dilema moral yang dihadapi para
petinggi dan menghindari penyederhanaan masalah kompleks seperti krisis
keuangan.
Namun, film ini secara
tersirat menggambarkan beberapa tindakan yang diambil oleh perusahaan untuk
menghadapi krisis:
- Menjual aset beracun:
Meskipun merugikan, keputusan ini menyelamatkan perusahaan dari
kebangkrutan.
- Menutupi informasi:
Film ini mengisyaratkan bahwa perusahaan berusaha
menutupi informasi terkait krisis untuk menghindari kepanikan di pasar
keuangan.
Meski film ini tidak secara
eksplisit menyampaikan pesan moral, penonton dapat mengambil kesimpulan sendiri
tentang etis dan dampak dari solusi yang diambil oleh perusahaan.
Tambahan
- Film
ini disutradarai oleh J.C. Chandor dan dibintangi oleh aktor-aktor
terkenal seperti Kevin Spacey, Jeremy Irons, Demi Moore, dan Paul Bettany.
- Margin
Call adalah film independen dengan anggaran yang relatif kecil.
- Film
ini sukses secara komersial dan kritis, dan dianggap sebagai salah satu
film terbaik tentang krisis keuangan 2008.
Komentar
Posting Komentar